Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

Rahasia Hati Seorang Perempuan

|0 komentar
RELIGI
- SENSITIF : bukan bermaksud suka merajuk , tapi hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian ...

- CEREWET : bukan bermaksud FUSSY tak menentu , kadang ingin LELAKI mengikut kata-katanya sekali aja ....

- HALUS : ibarat sehalai sutera , cantik , mulus , lembut dan mudah tercabik dan koyak .. walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan , biasanya WANITA akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pelajaran., Bukan DENDAM ...

- IKHLAS : ikhlas seorang wanita tak perlu diragui .....

- KORBAN : WANITA sanggup berkorban apa saja untuk seseorang yang amat disayangi , termasuk ibu bapa , anak-anak , dan suami ... WANITA amat tabah ....

- PRIHATIN : sentiasa memerhatikan keadaan sekeliling dalam diam ...

- MANJA : walaupun dia adalah seorang WANITA yang pandai berdikari., naluri seorang WANITA tetap seorang WANITA ., suka bermanja hanya kepada insan yang bernama LELAKI , namun juga sesama kaum ....

- EGO : WANITA yang terlalu sayangkan kekasihnya sanggup menolak ketepi EGOnya apabila bertemu dengan yang dicintainya ....

- CINTA : CINTA pertama bagi wanita adalah yang paling dalam dan tulus... bukan di khianati..

- SEKS : seks bukanlah segala-galanya buat WANITA krn WANITA diciptakan dengan 9 nafsu dan 1 akal ., NAFSU yang banyak dan tidak tertumpu kepada satu saja ., LELAKI pula dijadikan dengan 9 akal dan 1 nafsu ..., fungsi lelaki adalah membimbing WANITA dan bukan menghanyutkan wanita ..... SUBHANALLAH.. 

Nikah Solusi Nafsu Seksual, Bukan Pergaulan Bebas

|0 komentar
RELIGI
Di tengah derasnya budaya barat 
yang kufur, pergaulan bebas menjadi ancaman serius di kalangan remaja muslim. Naluri seksual yang tumbuh secara alami dalam diri remaja dikembangkan secara liar, melalui tontonan, bacaan, tarian, dan lagu-lagu bertemakan cinta. Lebih-lebih di bulan februari yang diidentikkan dengan adanya hari spesial “valentine’sday”.

Remaja muslim harus berbenah diri lagi untuk mendudukkan secara benar masalah cinta ini menurut kacamata Islam.

Cinta kepada Lawan Jenis Menurut Islam

Cinta kepada lawan jenis merupakan salah satu penampakan dari naluri seksual (ghorizah nau’). Naluri seksual diperlukan manusia untuk melestariakan jenis keturunan. Maka naluri ini lebih tepat bila dinamakan naluri untuk memperoleh keturunan. Islam telah mengatur masalah cinta dengan sangat rapi, sehingga bisa tercapai tujuan luhurnya untuk menjaga kehormatan dan kesucian setiap muslim.

Sebenarnya ghorizah nau’ bentuk penampakannya bisa bermacam-macam. Yaitu: rasa keibuan, rasa kebapakan, rasa ke’nenek’an, rasa ke’kakek’an, rasa ke’om’an, rasa ke’tante’an, rasa ke’anak’an, rasa ke’keponakan’an, serta rasa cinta antar lawan jenis yang bukan mahramnya. Yang kesemuanya itu merupakan perwujudan rasa cinta untuk menjaga jenis manusia agar punah.

Dengan modal cinta, bapak dan ibu rela menjaga anaknya, kakek dan nenek rela menjaga cucunya, om dan tante rela menjaga keponakannya, begitu juga anak-cucu-dan keponakan cinta penuh hormat terhadap orangtua-kakek/nenek-dan om/tantenya. Ghorizah nau’ ini memberi motivasi yang kuat untuk memenuhi kewajiban dalam masalah nafkah, waris, perwalian, dan segala hal yang menyangkut nasab seseorang tanpa dikotori oleh nafsu seksual.

Cinta antar lawan jenis hanya tumbuh terhadap orang yang bukan mahramnya. Cinta yang didasari oleh nafsu seksual ini pun diatur dengan syariat Islam secara sempurna. Cinta antar lawan jenis ini adalah rahmat dari Allah SWT, bukan dosa, asal dijalani sesuai petunjuk Alloh. Cinta ini biasanya dimulai dari pandangan mata, kemudian turun ke hati. Ketika seseorang sudah balligh, biasanya muncullah perasaan tertentu di hatinya apabila dia bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan impiannya. Perasaan ini merupakan tanda seorang remaja itu tumbuh normal.

Selanjutnya, remaja Islam harus tahu bagaimana cara mengelola perasaan tersebut dengan benar sehingga dia tidak mendapat dosa dan bencana. Islam telah memberikan jalan keluar dengan peraturan pergaulan antar lawan jenis. Ada aturan ghodhul bashor, khalwat, safar, pakaian, ijin suami, sampai nikah.

Aturan Pergaulan Antar Lawan Jenis Dalam Islam

Islam melarang pergaulan bebas antar lawan jenis demi memuaskan nafsu seksual. Nafsu seksual hanya diperbolehkan dalam pernikahan dan tempatnya hanya dalam kehidupan khusus di rumah tangga. Oleh karena itu, bagi remaja yang belum siap untuk menikah, harus mengikuti aturan pergaulan dalam Islam, agar dia tidak diperbudak oleh hawa nafsunya dan terjerumus dalam pergaulan bebas.

Islam melarang setiap usaha yang dapat membangkitkan nafsu seksual dalam kehidupan umum, karena menghasilkan masyarakat yang cengeng dan lemah. Nafsu seksual yang liar dapat merusak moral dan tatanan kehidupan masyarakat. Masyarakat Islam dilarang menyebarluaskan gambar, film, dan lagu erotis. Bahkan suami-isteri yang sah saja, tidak boleh memamerkan kemesraan mereka di depan umum.

Syariat Islam mengatur pergaulan antara pria dan wanita dalam kehidupan publik. Islam dapat menjaga interaksi pria dan wanita sehingga tidak menjadi interaksi yang mengarah pada hubungan lawan jenis atau hubungan yang bersifat seksual. Interaksi mereka tetap terjaga dalam koridor kerjasama untuk mengapai kemaslahatan dalam berbagai aktivitas.

Pria dan wanita wajib menundukkan pandangan (ghodhul bashor) dalam bermuamalah. Boleh saling memandang ketika berinteraksi, tetapi tidak boleh disertai hawa nafsu. Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya....(QS An Nur: 30). “Katakanlah kepada wanita mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (QS An Nur: 31).

Wanita di luar rumah harus menutup aurat dengan sempurna, yakni menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Allah berfirman: “Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudungnya (khimar) ke bagian dada mereka. (QS An Nur: 31). “Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. ( QS Al Ahzab: 59).

Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali wanita itu disertai mahramnya. Rasul bersabda: “Janganlah sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita kecuali jika wanita itu disertai mahramnya”. Berdasarkan hadits ini, maka segala bentuk aktivitas dalam pacaran adalah haram. Jadi pergaulan bebas bukan solusi untuk memuaskan nafsu seksual.
Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain selama sehari semalam, kecuali disertai mahramnya. Rasulullah bersabda: “Tidak boleh pula seorang wanita melakukan perjalanan (sehari semalam) kecuali disertai mahramnya”.

Wanita yang keluar rumah harus seijin suaminya bagi yang sudah menikah. Karena suami memiliki hak atas istrinya. Jika istri keluar tanpa ijin suaminya, maka perbutannya termasuk nusyuz (pembangkangan), sehingga tidak lagi berhak mendapatkan nafkah dari suaminya.

Secara umum, Islam sangat menjaga agar komunitas wanita terpisah dengan komunitas pria. Baik dalam kehidupan khusus (di dalam rumah), maupun di masjid, sekolah, dan lain-lain. Islam menetapkan bahwa wanita sebaiknya berada ditengah-tengah kaum wanita, sedangkan pria berada di tengah-tengah kaum pria. Wanita boleh melakukan aktivitas yang bersifat umum seperti jual beli, belajar. Begitu selesai urusannya, hendaknya ia segera kembali hidup bersama kaum wanita atau mahram-mahramnya.

Islam menjaga agar hubungan kerjasama antara pria dan wanita bersifat umum, dalam urusan muamalah. Bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara wanita dengan pria yang bukan mahramnya atau jalan-jalan bersama. Sebab kerjasama antar keduanya bertujuan agar wanita dapat segera mendapatkan apa yang menjadi haknya dan kemaslahatannya, disamping mereka juga dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Menikah Adalah Solusi Cinta Antar Lawan Jenis

Nabi bersabda: “Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka bukan termasuk golonganku”.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra. Ia menuturkan: "Kami bersama Nabi saw sebagai pemuda yang tidak mempunyai sesuatu, lalu beliau bersabda kepada kami: "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). (HR Bukhori)

Menikah Adalah Salah Satu Jalan Untuk Menjadikan Seseorang Kaya

Allah SWT berfirman: ”Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nur : 32)

Individu muslim tidak akan pernah takut menikah karena takut miskin. Apalagi dalam sistem ekonomi Islam, pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi warganegaranya, serta mendistribusikan harta agar tidak hanya menumpuk di kalangan orang kaya saja. Dalam masalah ibadah ada kewajiban zakat dan anjuran untuk bershodaqoh.

Setiap muslim tidak boleh menghalang-halangi dirinya apalagi orang lain, untuk menikah, karena kawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban yang berat terhadap keluarganya. Tetapi dia harus bekerja serta berusaha mencari anugerah Allah yang telah dijanjikan untuk orang-orang yang sudah menikah itu demi menjaga kehormatan dirinya.

Khotimah

Menikah adalah solusi paling aman bagi pemuasan nafsu seksual manusia dan efektif untuk mempertahan kelestarian jenis manusia. Pergaulan bebas bukan solusi, bahkan dapat merusak keselamatan diri pelaku dan dapat mengancam kelestarian jenis manusia.

Jikalau Sayang Maka.....

|0 komentar
religi

✽Kalau sayang jangan hanya dalam angan dan kata namun do'akanlah kebaikan dunia akhirat untuknya..

✽Kalau cinta jangan ajak dia bermaksiat, namun bimbinglah ke jalan yang benar yakni jalan yang diridhai Allah..

✽Andai ditaqdirkan berjodoh semoga menjadi pasangan cinta sejati dunia akhirat,namun apabila tidak berjodoh semoga menjadi saudara yang bisa mengantarkan ke Jannah-Nya,aamiin..

MENCARI PASANGAN JGN TERLALU BANYAK PILIHAN YG PENTING AKHLAK & AGAMANYA BAIK.

|0 komentar
religi
Menyesal terlambat tidak ada gunanya lagi 6.Lantai Toko Penjual Suami

RENUNGAN KITA SEMUA

Saudaraku...

Suatu hari ada seorang wanita yang ingin mencari jodoh, ia mendambakan seorang lelaki yang telah ia kriteriakan, akhirnya setelah berapa lama ia mencari dan tidak bertemu ia menyerah hingga ia pergi ke toko yang menjual lelaki-lelaki yang siap menjadi suami.

Setelah sampai di toko suami, ia masuk kelantai 1, ia sempat membaca tulisan di atas " KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB " ia bergumam dalam hati, " cocok, sesuai yang ku harapkan "

Ia melihat tangga lantai 2 dan ia pun menaikinya, ia membaca tulisan di pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL "

Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini dia, sudah punya pekerjaan, jadi aku nggak usah repot-repot "

Ia mencari- cari suami yang ia cari, tak sengaja ia mendapati tangga lantai 3 dan ia pun naik ke lantai 3, ia sempat juga membaca tulisan di atas pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, TAK MENYEKUTUKAN ALLAH, ALIM, BERPENDIDIKAN TINGGI, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL. "

di dalam hati ia bergumam, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku akan terus naik sampai aku menemukan yang terbaik"

akhirnya ia masuk ke lantai 4 diatas pintu ia membaca tulisan

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU."

Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku harus naik ke lantai 5 "

Setelah sampai di lantai 5 ia membaca tulisan yang ada di atas pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU, SIAP MENIKAH, MASIH BUJANGAN. "

Sang wanitapun bergumam riang dalam hati, " alangkah beruntungnya aku, aku harus mendapatkan yang lebih dari ini, aku harus terus naik. " hatinya tertawa bangga, akhirnya ia mencari tangga lantai 6, dengan semangat ia menaiki tangga dan hati tertawa.

Sampai di lantai 6 ia mencari pintu masuk, setelah lama mencari ia menemukan pintu tersebut dan ia pun membaca tulisan di atas pintu,

" ANDA ADALAH ORANG YANG KE 100.999.891 DARI ORANG-ORANG YANG TAMAK DAN TAK PERNAH BERSYUKUR ATAS APA YANG TELAH DIBERIKAN PADA AWAL "

Sang wanitapun terkejut dan ia mencari tangga turun ke lantai 5, tapi apa yang ia temukan, pintu tangga telah tertutup rapat dan ia terpaku di lantai 6. ia menyesal karena tidak syukurnya ia, itu lah orang yang tak pernah puas...

Minggu, 30 Desember 2012

::: KEADAAN RUH SETELAH MATI :::

|0 komentar
religi
Seperti apakah sebenarnya kondisi ruh kita nanti? Jawabannya adalah Wallahu a’lam. Namun demikian, Allah SWT memberikan sedikit gambaran dan penjelasan melalui Hadis-hadis Rasulullah SAW.

Berkaitan dengan ruh ini Allah SWT berfirman:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu kecuali sedikit.”

Jelas sekali arti ayat ini, bahwa Allah SWT hanya memberitahukan ilmu sedikit saja tentang hal-hal yang berkaitan dengan ruh ini.

Rasulullah SAW menerangankan berkaitan dengan ruh:

1. “Allah menjadikan ruh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan. Mereka mendatangi sungai-sungai surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan ‘Arasyi.” (Hadis Shahih riwayat Ahmad, Abu Daud dan Hakim)

2. “Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang dia kenal selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, kecuali dia mengetahuinya dan menjawab salamnya itu.” (Hadis Shahih riwayat Ibnu Abdul Bar dari Ibnu Abbas di dalam kitab Al-Istidzkar dan At-Tamhid)

3. Orang yang telah meninggal dunia saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi Saw bersabda:

“Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rarulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab, “Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik).

4. Orang yang telah meninggal dunia merasa senang kepada orang yang menziarahinya, dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya. Nabi SAW bersabda:

“Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abu Dunya dari Aisyah dalam kitab Al-Qubûr).

5. Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup, bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka. Nabi SAW bersabda:

a. “Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.” (HR. Ahmad dalam musnadnya).

b. “Seluruh amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jum’at. Mereka merasa gembira dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang kalian yang telah meninggal dunia.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Nawâdirul Ushûl).

6. Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturunan mereka yang shaleh.

“Dan orang-orang beriman yang anak-cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka. Kami tidak mengurangi dari pahala amal mereka sedikitpun. Setiap orang terkait dengan apa yang telah dia kerjakan.” (At-Thur: 21)

Hadis tentang mayit mengetahui dan menjawab salam orang yang menziarahinya tidak berarti bahwa ruh ada di dalam liang kubur di dalam tanah. Bukan seperti itu, melainkan bahwa ruh punya keterkaitan khusus dengan jasadnya. Di mana jika ada yang mengucapkan salam untuknya, dia akan menjawabnya.

Ruh berada di suatu alam yang bernama alam Barzakh di suatu tempat yang bernama Ar-Rafîqul `A’lâ. Alam ini tidak sama dengan dunia kita, bahkan jauh berbeda. Hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui lika-liku dan detail-detailnya.

"Dan di hadapan mereka (ahli kubur) ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan ".( Al-Mu'minun: 100)

Dari dalil-dalil tadi juga bisa di simpulkan, bahwa tempat para arwah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat derajatnya sesuai amal shaleh mereka.

SEBUAH KISAH

al-Fadhel bin Muaffaq disaat ayahnya meninggal dunia, sangat sedih sekali dan menyesalkan kematiannya. Setelah dikubur, ia selalu menziarahinya hampir setiap hari. Kemudian setelah itu mulai berkurang dan malas karena kesibukannya.

Pada suatu hari dia teringat kepada ayahnya dan segera menziarahinya. Disaat ia duduk disisi kuburan ayahnya, ia tertidur dan melihat seolah olah ayahnya bangun kembali dari kuburan dengan kafannya. Ia menangis disaat melihatnya.

Ayahnya berkata : “wahai anakku kenapa kamu lalai tidak menziarahiku?

Al-Fadhel berkata : “ Apakah kamu mengetahui kedatanganku? ”

Ayahnya pun menjawab : “ Kamu pernah datang setelah aku dikubur dan aku mendapatkan ketenangan dan sangat gembira dengan kedatanganmu begitu pula teman-temanku yang di sekitarku sangat gembira dengan kedatanganmu dan mendapatkan rahmah dengan doa-doamu”.
Mulai saat itu ia tidak pernah lepas lagi untuk menziarahi ayahnya .

Rasulullah saw bersabda : "Aku dulu melarang kamu berziarah kubur. Sekarang, aku anjurkan melakukannya, agar KALIAN INGAT MATI". (HR. Abu Daud)

Lalu apa yg terjadi sekarang, justru orang berziarah karena bukan untuk INGAT MATI tapi TAKUT HIDUP, yaitu dengan cara meminta-minta kepada ahli kubur agar dimudahkan rejeki , jodoh, diselesaikan masalah, dll. apa yang dilakukan ini termasuk musyrik/syirik.

Ingat, berziarah bukan satu-satunya cara bagi kita untuk MENGINGAT MATI, karena banyak cara yang Rasulullah ajarkan kepada kita. Misalnya, kita melakukan sholat, shaum, berbuat baik kepada sesama, berbakti kepada orangtua, komitmen dan amanah dalam pekerjaan dst, sesungguhnya hal-hal tsb merupakan kesadaran diri, bahwa kita INGAT MATI dan itulah yang harus kita lakukan saat masih hidup.

ADAB BERZIARAH

1. Mengucapkan Salam.
“Assalamu’alaikum ahladdiyar minal mukminin wal muslimin wa innaa insyaa Allahu bikum lahikuuna nasalullaha walakumul ‘afiyat” (HR. Ahmad dan Muslim)

2. Berjalan pelan, berpakaian sopan dan tidak gaduh atau berisik apalagi tertawa-tawa.

3. Berdoa untuk keselamatan ahli kubur, bisa juga membaca doa dari bacaan shalat jenazah.

4. Dilarang melangkahi kubur, menginjak kubur, berdiri diatas kubur atau duduk diatas kubur.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menginjak bara api atau pedang itu lebih aku sukai daripada menginjak kubur seorang muslim.” (HR. Muslim dan HR. Ibnu Majah)

5. Dilarang berdialog / ngobrol dengan ahli kubur.

Berziarah merupakan suatu hikmah dari Allah dan sunah Rasulullah yang baik, terpuji dan patut dingat maknanya se dalam-dalamnya agar bisa mengingatkan diri kita bahwa hidup ini akan berakhir dengan kematian dan kematian itu bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang melainkan awal dari segalanya.

Sumber: Moslem Power - In the Name of Allah, the Merciful, the Most Merciful

Follow Me