Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

Rahasia Hati Seorang Perempuan

|0 komentar
RELIGI
- SENSITIF : bukan bermaksud suka merajuk , tapi hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian ...

- CEREWET : bukan bermaksud FUSSY tak menentu , kadang ingin LELAKI mengikut kata-katanya sekali aja ....

- HALUS : ibarat sehalai sutera , cantik , mulus , lembut dan mudah tercabik dan koyak .. walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan , biasanya WANITA akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pelajaran., Bukan DENDAM ...

- IKHLAS : ikhlas seorang wanita tak perlu diragui .....

- KORBAN : WANITA sanggup berkorban apa saja untuk seseorang yang amat disayangi , termasuk ibu bapa , anak-anak , dan suami ... WANITA amat tabah ....

- PRIHATIN : sentiasa memerhatikan keadaan sekeliling dalam diam ...

- MANJA : walaupun dia adalah seorang WANITA yang pandai berdikari., naluri seorang WANITA tetap seorang WANITA ., suka bermanja hanya kepada insan yang bernama LELAKI , namun juga sesama kaum ....

- EGO : WANITA yang terlalu sayangkan kekasihnya sanggup menolak ketepi EGOnya apabila bertemu dengan yang dicintainya ....

- CINTA : CINTA pertama bagi wanita adalah yang paling dalam dan tulus... bukan di khianati..

- SEKS : seks bukanlah segala-galanya buat WANITA krn WANITA diciptakan dengan 9 nafsu dan 1 akal ., NAFSU yang banyak dan tidak tertumpu kepada satu saja ., LELAKI pula dijadikan dengan 9 akal dan 1 nafsu ..., fungsi lelaki adalah membimbing WANITA dan bukan menghanyutkan wanita ..... SUBHANALLAH.. 

Nikah Solusi Nafsu Seksual, Bukan Pergaulan Bebas

|0 komentar
RELIGI
Di tengah derasnya budaya barat 
yang kufur, pergaulan bebas menjadi ancaman serius di kalangan remaja muslim. Naluri seksual yang tumbuh secara alami dalam diri remaja dikembangkan secara liar, melalui tontonan, bacaan, tarian, dan lagu-lagu bertemakan cinta. Lebih-lebih di bulan februari yang diidentikkan dengan adanya hari spesial “valentine’sday”.

Remaja muslim harus berbenah diri lagi untuk mendudukkan secara benar masalah cinta ini menurut kacamata Islam.

Cinta kepada Lawan Jenis Menurut Islam

Cinta kepada lawan jenis merupakan salah satu penampakan dari naluri seksual (ghorizah nau’). Naluri seksual diperlukan manusia untuk melestariakan jenis keturunan. Maka naluri ini lebih tepat bila dinamakan naluri untuk memperoleh keturunan. Islam telah mengatur masalah cinta dengan sangat rapi, sehingga bisa tercapai tujuan luhurnya untuk menjaga kehormatan dan kesucian setiap muslim.

Sebenarnya ghorizah nau’ bentuk penampakannya bisa bermacam-macam. Yaitu: rasa keibuan, rasa kebapakan, rasa ke’nenek’an, rasa ke’kakek’an, rasa ke’om’an, rasa ke’tante’an, rasa ke’anak’an, rasa ke’keponakan’an, serta rasa cinta antar lawan jenis yang bukan mahramnya. Yang kesemuanya itu merupakan perwujudan rasa cinta untuk menjaga jenis manusia agar punah.

Dengan modal cinta, bapak dan ibu rela menjaga anaknya, kakek dan nenek rela menjaga cucunya, om dan tante rela menjaga keponakannya, begitu juga anak-cucu-dan keponakan cinta penuh hormat terhadap orangtua-kakek/nenek-dan om/tantenya. Ghorizah nau’ ini memberi motivasi yang kuat untuk memenuhi kewajiban dalam masalah nafkah, waris, perwalian, dan segala hal yang menyangkut nasab seseorang tanpa dikotori oleh nafsu seksual.

Cinta antar lawan jenis hanya tumbuh terhadap orang yang bukan mahramnya. Cinta yang didasari oleh nafsu seksual ini pun diatur dengan syariat Islam secara sempurna. Cinta antar lawan jenis ini adalah rahmat dari Allah SWT, bukan dosa, asal dijalani sesuai petunjuk Alloh. Cinta ini biasanya dimulai dari pandangan mata, kemudian turun ke hati. Ketika seseorang sudah balligh, biasanya muncullah perasaan tertentu di hatinya apabila dia bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan impiannya. Perasaan ini merupakan tanda seorang remaja itu tumbuh normal.

Selanjutnya, remaja Islam harus tahu bagaimana cara mengelola perasaan tersebut dengan benar sehingga dia tidak mendapat dosa dan bencana. Islam telah memberikan jalan keluar dengan peraturan pergaulan antar lawan jenis. Ada aturan ghodhul bashor, khalwat, safar, pakaian, ijin suami, sampai nikah.

Aturan Pergaulan Antar Lawan Jenis Dalam Islam

Islam melarang pergaulan bebas antar lawan jenis demi memuaskan nafsu seksual. Nafsu seksual hanya diperbolehkan dalam pernikahan dan tempatnya hanya dalam kehidupan khusus di rumah tangga. Oleh karena itu, bagi remaja yang belum siap untuk menikah, harus mengikuti aturan pergaulan dalam Islam, agar dia tidak diperbudak oleh hawa nafsunya dan terjerumus dalam pergaulan bebas.

Islam melarang setiap usaha yang dapat membangkitkan nafsu seksual dalam kehidupan umum, karena menghasilkan masyarakat yang cengeng dan lemah. Nafsu seksual yang liar dapat merusak moral dan tatanan kehidupan masyarakat. Masyarakat Islam dilarang menyebarluaskan gambar, film, dan lagu erotis. Bahkan suami-isteri yang sah saja, tidak boleh memamerkan kemesraan mereka di depan umum.

Syariat Islam mengatur pergaulan antara pria dan wanita dalam kehidupan publik. Islam dapat menjaga interaksi pria dan wanita sehingga tidak menjadi interaksi yang mengarah pada hubungan lawan jenis atau hubungan yang bersifat seksual. Interaksi mereka tetap terjaga dalam koridor kerjasama untuk mengapai kemaslahatan dalam berbagai aktivitas.

Pria dan wanita wajib menundukkan pandangan (ghodhul bashor) dalam bermuamalah. Boleh saling memandang ketika berinteraksi, tetapi tidak boleh disertai hawa nafsu. Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya....(QS An Nur: 30). “Katakanlah kepada wanita mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (QS An Nur: 31).

Wanita di luar rumah harus menutup aurat dengan sempurna, yakni menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Allah berfirman: “Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudungnya (khimar) ke bagian dada mereka. (QS An Nur: 31). “Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. ( QS Al Ahzab: 59).

Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali wanita itu disertai mahramnya. Rasul bersabda: “Janganlah sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita kecuali jika wanita itu disertai mahramnya”. Berdasarkan hadits ini, maka segala bentuk aktivitas dalam pacaran adalah haram. Jadi pergaulan bebas bukan solusi untuk memuaskan nafsu seksual.
Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain selama sehari semalam, kecuali disertai mahramnya. Rasulullah bersabda: “Tidak boleh pula seorang wanita melakukan perjalanan (sehari semalam) kecuali disertai mahramnya”.

Wanita yang keluar rumah harus seijin suaminya bagi yang sudah menikah. Karena suami memiliki hak atas istrinya. Jika istri keluar tanpa ijin suaminya, maka perbutannya termasuk nusyuz (pembangkangan), sehingga tidak lagi berhak mendapatkan nafkah dari suaminya.

Secara umum, Islam sangat menjaga agar komunitas wanita terpisah dengan komunitas pria. Baik dalam kehidupan khusus (di dalam rumah), maupun di masjid, sekolah, dan lain-lain. Islam menetapkan bahwa wanita sebaiknya berada ditengah-tengah kaum wanita, sedangkan pria berada di tengah-tengah kaum pria. Wanita boleh melakukan aktivitas yang bersifat umum seperti jual beli, belajar. Begitu selesai urusannya, hendaknya ia segera kembali hidup bersama kaum wanita atau mahram-mahramnya.

Islam menjaga agar hubungan kerjasama antara pria dan wanita bersifat umum, dalam urusan muamalah. Bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara wanita dengan pria yang bukan mahramnya atau jalan-jalan bersama. Sebab kerjasama antar keduanya bertujuan agar wanita dapat segera mendapatkan apa yang menjadi haknya dan kemaslahatannya, disamping mereka juga dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Menikah Adalah Solusi Cinta Antar Lawan Jenis

Nabi bersabda: “Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka bukan termasuk golonganku”.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra. Ia menuturkan: "Kami bersama Nabi saw sebagai pemuda yang tidak mempunyai sesuatu, lalu beliau bersabda kepada kami: "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). (HR Bukhori)

Menikah Adalah Salah Satu Jalan Untuk Menjadikan Seseorang Kaya

Allah SWT berfirman: ”Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nur : 32)

Individu muslim tidak akan pernah takut menikah karena takut miskin. Apalagi dalam sistem ekonomi Islam, pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi warganegaranya, serta mendistribusikan harta agar tidak hanya menumpuk di kalangan orang kaya saja. Dalam masalah ibadah ada kewajiban zakat dan anjuran untuk bershodaqoh.

Setiap muslim tidak boleh menghalang-halangi dirinya apalagi orang lain, untuk menikah, karena kawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban yang berat terhadap keluarganya. Tetapi dia harus bekerja serta berusaha mencari anugerah Allah yang telah dijanjikan untuk orang-orang yang sudah menikah itu demi menjaga kehormatan dirinya.

Khotimah

Menikah adalah solusi paling aman bagi pemuasan nafsu seksual manusia dan efektif untuk mempertahan kelestarian jenis manusia. Pergaulan bebas bukan solusi, bahkan dapat merusak keselamatan diri pelaku dan dapat mengancam kelestarian jenis manusia.

Jikalau Sayang Maka.....

|0 komentar
religi

✽Kalau sayang jangan hanya dalam angan dan kata namun do'akanlah kebaikan dunia akhirat untuknya..

✽Kalau cinta jangan ajak dia bermaksiat, namun bimbinglah ke jalan yang benar yakni jalan yang diridhai Allah..

✽Andai ditaqdirkan berjodoh semoga menjadi pasangan cinta sejati dunia akhirat,namun apabila tidak berjodoh semoga menjadi saudara yang bisa mengantarkan ke Jannah-Nya,aamiin..

MENCARI PASANGAN JGN TERLALU BANYAK PILIHAN YG PENTING AKHLAK & AGAMANYA BAIK.

|0 komentar
religi
Menyesal terlambat tidak ada gunanya lagi 6.Lantai Toko Penjual Suami

RENUNGAN KITA SEMUA

Saudaraku...

Suatu hari ada seorang wanita yang ingin mencari jodoh, ia mendambakan seorang lelaki yang telah ia kriteriakan, akhirnya setelah berapa lama ia mencari dan tidak bertemu ia menyerah hingga ia pergi ke toko yang menjual lelaki-lelaki yang siap menjadi suami.

Setelah sampai di toko suami, ia masuk kelantai 1, ia sempat membaca tulisan di atas " KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB " ia bergumam dalam hati, " cocok, sesuai yang ku harapkan "

Ia melihat tangga lantai 2 dan ia pun menaikinya, ia membaca tulisan di pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL "

Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini dia, sudah punya pekerjaan, jadi aku nggak usah repot-repot "

Ia mencari- cari suami yang ia cari, tak sengaja ia mendapati tangga lantai 3 dan ia pun naik ke lantai 3, ia sempat juga membaca tulisan di atas pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, TAK MENYEKUTUKAN ALLAH, ALIM, BERPENDIDIKAN TINGGI, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL. "

di dalam hati ia bergumam, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku akan terus naik sampai aku menemukan yang terbaik"

akhirnya ia masuk ke lantai 4 diatas pintu ia membaca tulisan

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU."

Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku harus naik ke lantai 5 "

Setelah sampai di lantai 5 ia membaca tulisan yang ada di atas pintu masuk

" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU, SIAP MENIKAH, MASIH BUJANGAN. "

Sang wanitapun bergumam riang dalam hati, " alangkah beruntungnya aku, aku harus mendapatkan yang lebih dari ini, aku harus terus naik. " hatinya tertawa bangga, akhirnya ia mencari tangga lantai 6, dengan semangat ia menaiki tangga dan hati tertawa.

Sampai di lantai 6 ia mencari pintu masuk, setelah lama mencari ia menemukan pintu tersebut dan ia pun membaca tulisan di atas pintu,

" ANDA ADALAH ORANG YANG KE 100.999.891 DARI ORANG-ORANG YANG TAMAK DAN TAK PERNAH BERSYUKUR ATAS APA YANG TELAH DIBERIKAN PADA AWAL "

Sang wanitapun terkejut dan ia mencari tangga turun ke lantai 5, tapi apa yang ia temukan, pintu tangga telah tertutup rapat dan ia terpaku di lantai 6. ia menyesal karena tidak syukurnya ia, itu lah orang yang tak pernah puas...

Minggu, 30 Desember 2012

::: KEADAAN RUH SETELAH MATI :::

|0 komentar
religi
Seperti apakah sebenarnya kondisi ruh kita nanti? Jawabannya adalah Wallahu a’lam. Namun demikian, Allah SWT memberikan sedikit gambaran dan penjelasan melalui Hadis-hadis Rasulullah SAW.

Berkaitan dengan ruh ini Allah SWT berfirman:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu kecuali sedikit.”

Jelas sekali arti ayat ini, bahwa Allah SWT hanya memberitahukan ilmu sedikit saja tentang hal-hal yang berkaitan dengan ruh ini.

Rasulullah SAW menerangankan berkaitan dengan ruh:

1. “Allah menjadikan ruh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan. Mereka mendatangi sungai-sungai surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan ‘Arasyi.” (Hadis Shahih riwayat Ahmad, Abu Daud dan Hakim)

2. “Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang dia kenal selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, kecuali dia mengetahuinya dan menjawab salamnya itu.” (Hadis Shahih riwayat Ibnu Abdul Bar dari Ibnu Abbas di dalam kitab Al-Istidzkar dan At-Tamhid)

3. Orang yang telah meninggal dunia saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi Saw bersabda:

“Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rarulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab, “Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik).

4. Orang yang telah meninggal dunia merasa senang kepada orang yang menziarahinya, dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya. Nabi SAW bersabda:

“Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abu Dunya dari Aisyah dalam kitab Al-Qubûr).

5. Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup, bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka. Nabi SAW bersabda:

a. “Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.” (HR. Ahmad dalam musnadnya).

b. “Seluruh amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jum’at. Mereka merasa gembira dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang kalian yang telah meninggal dunia.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Nawâdirul Ushûl).

6. Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturunan mereka yang shaleh.

“Dan orang-orang beriman yang anak-cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka. Kami tidak mengurangi dari pahala amal mereka sedikitpun. Setiap orang terkait dengan apa yang telah dia kerjakan.” (At-Thur: 21)

Hadis tentang mayit mengetahui dan menjawab salam orang yang menziarahinya tidak berarti bahwa ruh ada di dalam liang kubur di dalam tanah. Bukan seperti itu, melainkan bahwa ruh punya keterkaitan khusus dengan jasadnya. Di mana jika ada yang mengucapkan salam untuknya, dia akan menjawabnya.

Ruh berada di suatu alam yang bernama alam Barzakh di suatu tempat yang bernama Ar-Rafîqul `A’lâ. Alam ini tidak sama dengan dunia kita, bahkan jauh berbeda. Hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui lika-liku dan detail-detailnya.

"Dan di hadapan mereka (ahli kubur) ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan ".( Al-Mu'minun: 100)

Dari dalil-dalil tadi juga bisa di simpulkan, bahwa tempat para arwah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat derajatnya sesuai amal shaleh mereka.

SEBUAH KISAH

al-Fadhel bin Muaffaq disaat ayahnya meninggal dunia, sangat sedih sekali dan menyesalkan kematiannya. Setelah dikubur, ia selalu menziarahinya hampir setiap hari. Kemudian setelah itu mulai berkurang dan malas karena kesibukannya.

Pada suatu hari dia teringat kepada ayahnya dan segera menziarahinya. Disaat ia duduk disisi kuburan ayahnya, ia tertidur dan melihat seolah olah ayahnya bangun kembali dari kuburan dengan kafannya. Ia menangis disaat melihatnya.

Ayahnya berkata : “wahai anakku kenapa kamu lalai tidak menziarahiku?

Al-Fadhel berkata : “ Apakah kamu mengetahui kedatanganku? ”

Ayahnya pun menjawab : “ Kamu pernah datang setelah aku dikubur dan aku mendapatkan ketenangan dan sangat gembira dengan kedatanganmu begitu pula teman-temanku yang di sekitarku sangat gembira dengan kedatanganmu dan mendapatkan rahmah dengan doa-doamu”.
Mulai saat itu ia tidak pernah lepas lagi untuk menziarahi ayahnya .

Rasulullah saw bersabda : "Aku dulu melarang kamu berziarah kubur. Sekarang, aku anjurkan melakukannya, agar KALIAN INGAT MATI". (HR. Abu Daud)

Lalu apa yg terjadi sekarang, justru orang berziarah karena bukan untuk INGAT MATI tapi TAKUT HIDUP, yaitu dengan cara meminta-minta kepada ahli kubur agar dimudahkan rejeki , jodoh, diselesaikan masalah, dll. apa yang dilakukan ini termasuk musyrik/syirik.

Ingat, berziarah bukan satu-satunya cara bagi kita untuk MENGINGAT MATI, karena banyak cara yang Rasulullah ajarkan kepada kita. Misalnya, kita melakukan sholat, shaum, berbuat baik kepada sesama, berbakti kepada orangtua, komitmen dan amanah dalam pekerjaan dst, sesungguhnya hal-hal tsb merupakan kesadaran diri, bahwa kita INGAT MATI dan itulah yang harus kita lakukan saat masih hidup.

ADAB BERZIARAH

1. Mengucapkan Salam.
“Assalamu’alaikum ahladdiyar minal mukminin wal muslimin wa innaa insyaa Allahu bikum lahikuuna nasalullaha walakumul ‘afiyat” (HR. Ahmad dan Muslim)

2. Berjalan pelan, berpakaian sopan dan tidak gaduh atau berisik apalagi tertawa-tawa.

3. Berdoa untuk keselamatan ahli kubur, bisa juga membaca doa dari bacaan shalat jenazah.

4. Dilarang melangkahi kubur, menginjak kubur, berdiri diatas kubur atau duduk diatas kubur.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menginjak bara api atau pedang itu lebih aku sukai daripada menginjak kubur seorang muslim.” (HR. Muslim dan HR. Ibnu Majah)

5. Dilarang berdialog / ngobrol dengan ahli kubur.

Berziarah merupakan suatu hikmah dari Allah dan sunah Rasulullah yang baik, terpuji dan patut dingat maknanya se dalam-dalamnya agar bisa mengingatkan diri kita bahwa hidup ini akan berakhir dengan kematian dan kematian itu bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang melainkan awal dari segalanya.

Sumber: Moslem Power - In the Name of Allah, the Merciful, the Most Merciful

::: MENYINGKAP 1001 HIKMAH SHALAT SUBUH :::

|0 komentar

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya.

Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu ?

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rakaatnya; hanya dua rakaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)

Sahabatku ..
Seluruh urusan dunia bergantung dan seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia...

CARA AGAR MUDAH BANGUN SHALAT SUBUH TEPAT WAKTU :

1. Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
5. Carilah kawan yang baik (shalih)
6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
7. Berangkatlah tidur lebih awal
8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat (jam weker; alarm HP)
10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga

Berhati-hatilah .. Jika anda sering meninggalkan shalat Subuh dan shalat 5 waktu lainnya , ..

Semoga Allah tidak memasukkan kedalam golongan munafik / orang-orang yang tidak disukai Allah, yang akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri, yang Allah telah menjelaskan tempat baginya kelak ( gol munafik) adalah neraka di tingkat paling bawah.

Semoga Allah memudahkan kita atas nikmat dalam ketakwaan dan melindungi kita , keluarga kita...amin...!!!!!

Jumat, 28 Desember 2012

7 Pintu Terbesar yang Dimasuki Syetan

|0 komentar
Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Pintu ketiga

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.

Pintu kelima

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

|0 komentar

Wahai para suami…
Mengapa Engkau berbuat zhalim (aniaya) kepada isterimu?
Dia yang telah melayanimu di meja makan dan di ranjang ?
Dia yang telah memberikan harta yang paling berharga berupa anak?
Dia yang menjaga harta dan kehormatanmu…
Dan dia yang akan merawatmu ketika engkau sakit
Dan dia yang akan menjagamu ketika engkau tua
Dialah teman sehidup dan sesudah matimu...


Wahai para suami…
Mengapa engkau mengajak tidur isterimu setelah engkau bentak dan pukul?
Mengapa engkau minta makan dan baju setelah engkau hina?
Mengapa engkau mengabaiakn hak-haknya setelah ijab qabul?
Bukankah seharusnya engkau melindungi dan menyayanginya seperti orang tuanya menyayanginya?


>>>Seorang manusia berbuat zhalim (aniaya) dengan orang yang tidak dikenalnya saja merupakan dosa besar, apalagi kepada isterimu, ibu anak-anakmu???

Perbuatan menganiaya orang lain, termasuk dosa besar yang telah dilarang oleh Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

“Katakanlah : Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar (menganiaya).” (QS. 7 : 33)

Dalam ayat lain Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS. 16 : 90).



Bahkan dalam Al-Qur’an telah menjelaskan mengenai kedua golongan kaum mukminin yang satu sama lainnya saling berperang. Dan ternyata, salah satu golongan di antara mereka berbuat aniaya.

Allah telah berfirman : “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lainnya maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah”. (QS. 49 : 9).


Wahai para suami...
Perhatikan ayat dan hadits berikut :

“Dan pergaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma'ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan Allah menjadikan padanya banyak kebaikan.” (QS. An-Nisaa':19)

Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian”


Dari Abu Hurairah ra ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya, dan yang paling baik diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik terhadap istri mereka”.[HR. Tirmidzi]

Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku [HR. Ibnu Majah] )


Kasih sayang yang menjadikan adalah Allah dan KDRT yang menjadikan adalah hawa nafsu dan syaithan

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. "(QS. 30:21)

Senin, 24 Desember 2012

RAHASIA AGAR SHALAT BISA KHUSYU' ...

|0 komentar
Religi
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Seringkali kita (yang beragama Islam) melakukan shalat tidak disertai kekhusyu’an. Shalat hanya dijadikan sebagai rutinitas yang tak lebih dari aktifitas jungkir balik diatas sajadah bergambar ka’bah. 

Ternyata saya selama ini belum bisa merasakan shalat khusyu' itu. Saya merasa selama ini shalat hanya demi menggugurkan kewajiban kepada yang maha kuasa. Bukan sebagai kebutuhan agar jiwa tetap sehat dan menghapus dosa-dosa kecil dan besar yang setiap hari bisa hinggap pada diri saya, serta tentu saja sebagai tabungan masa depan ketika kelak saya dipanggil oleh Allah SWT.

Maka alangkah baiknya saya mengingatkan diri saya sendiri dan jika bisa memberi juga pencerahan bagi pembaca yang selama ini mengalami hal seperti saya.

Banyak sekali kitab-kitab klasik dan kontemporer yang membahas bagaimana agar shalat bisa khusyu’. Tidak merasa terbebani dengan aktifitas shalat yang setiap hari berusaha kita lakukan. Maka shalat akan menjadi ringan dan menjadi nikmat. Ringkasan dari rahasia agar shalat bisa khusyu’ adalah sebagai berikut :

1. Menanamkan hakikat La Ilaha Illallah ...

Tanamkan makna tiada Tuhan selain Allah didalam hati kita. Jauhkan dari semua rasa kebesaran terhadap makhluk Allah. Nyatakan dalam hati, bahwa hanya Allah yang maha besar dan hanya Allah yang maha kuasa.

2. Sempurnakan bersuci ...

Yang dimaksud bersuci tidak hanya berwudhu sebelum shalat, tapi juga bersuci setelah beristinja’. Hal-hal yang bisa membatalkan shalat adalah karena tidak sempurna dalam bersuci atau membersihkan diri dari hadats kecil dan hadats besar.

Bagaimana shalat bisa dikatakan syah apabila kita masih memiliki setetes air najis yang menyiprat di paha karena kita buang air dengan berdiri. Maka berhati-hatilah dalam hal bersuci ini.

3. Memahami bacaan-bacaan dalam shalat ...

Alangkah hambarnya perkataan kita jika hanya datang dari lisan tetapi hati tidak mengataui maknanya. Maka salah satu agar shalat menjadi khusyu’ adalah dengan memahami makna yang terkandung dari bacaan dan do’a yang kita ucapkan ketika shalat.

4. Yakin bahwa Allah menyaksikan shalat kita ...

Yakini dalam diri kita bahwa Allah sedang memperhatikan kita saat shalat. Lupakan sejenak segala urusan yang bersifat duniawi. Hanya Allah yang kita ingat saat shalat akan bisa membawa kita kepada kekhusyu’an yang sebenarnya.

5. Latihan shalat tahajjud ...

Ketika malam tiba. Saat semua manusia sedang terlelap dalam tidurnya adalah saat yang tepat melakukan shalat malam. Shalat tahajjud. Dengan suasana yang hening dan tenang tersebut kita akan mendapati suasana yang nyaman dalam melakukan shalat.

6. Menjadikan diri sebagai tamu Allah ...

Apa yang dilakukan seorang tamu ketika berkunjung ke rumah orang lain adalah berusaha menggunakan pakaian yang rapi dan santun. Begitu juga ketika menghadap Allah. Dengan memakai pakaian yang rapi dan bersih menjadikan kita spesial di mata Allah.

Memang, kadang kita merasa dengan menggunakan pakaian yang menutup aurat saja sudah cukup agar shalat menjadi syah. Tapi bukankah khusyu’ dalam shalat akan meningkatkan nilai shalat kita di hadapan Allah.

7. Anggap sebagai shalat terakhir ...

“Bekerjalah seakan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati esok hari”.

Menganggap bahwa shalat yang kita lakukan adalah shalat yang terakhir akan membuat shalat menjadi khusyu’. Karena kenyataannya kita tidak akan pernah tahu kapan akan dipanggil oleh Allah. Bisa jadi selesai shalat, besok pagi atau nanti sore.

8. Mengikuti salah satu imam madzhab ...

Imam madzhab adalah orang-orang yang bersih dalam hal ilmu agama. Ikutilah salah satu imam madzhab dalam melakukan ibadah shalat. Mengikuti salah satu imam madzhab adalah salah satu ciri ahlusunnah wal jamaah.

9. Berdo’a agar diberi shalat khusyu’ ...

Yang terakhir adalah berdo’a agar selalu diberikan shalat khusyu’ oleh Allah.

Demikian beberapa hal yang bisa kita jadikan pelajaran agar kita bisa melaksanakan shalat dengan khusyu’. Tentu saja, menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kejelekan yang bisa menurunkan kualitas shalat kita adalah hal wajib.

Yakinlah, bahwa shalat bukan hanya rutinitas untuk menyembah yang maha tinggi. Tapi lebih dari itu adalah sebagai wujud ketundukan dan bekal kelak kita di akhirat ...

IKHLAS, .. SURGA yang TERSEMBUNYI ...

|0 komentar
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Entah mengapa ..
Hati ini selalu ingin dekat dengan-Nya ..
Hati ini selalu ingin mengucap nama-Nya ...

Jika telinga ini mendengar nama-Nya ..
tubuh ini pun gemetar ..

Jika bibir mengucap nama-Nya ..
terasa hangat nafas ini ...

Rindu rasanya bila tak memanggil-Nya ..

Bila cinta memanggil ...
Terasa seperti terbang di langit-Nya ..
Terasa seperti tenggelam di lautan cinta-Nya ...

Segala yang ku rasa hanyalah Dia ..
Karena Ku sangat mencintai Dia ...

Dia nomor satu di hati ini ..
Dia yang selalu membuatku bahagia ...
Dia yang tidak akan tega menyakiti hati ...

Sungguh cinta yang sempurna ...

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah.

Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun.

Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT.

Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah.

Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan.

Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.

Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan.

Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.

Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap.

Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.

Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas?

Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya.

Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa.

Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.

Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam.

Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"

Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas.

Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya.

Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar ...

AKU BANGGA DENGAN JILBABKU ...

|0 komentar
Religi
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Mereka berdiri disana dengan celana pendeknya, sangat pendek, super pendek, Yang mereka anggap sebagai model terkini ... Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku ...

Mereka berdiri disana dengan lautan make up di wajahnya
Yang mereka percayai sebagai kebebasan berekspresi
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku ..

Mereka masih berdiri disana dengan rambut basah oleh gel berwarna warni ..

Penuh dengan unsur kimia yang mereka anggap sebagai kemurnian jiwa ... Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku ..

Mereka berdiri disana dengan berdua, sangat dekat dengan kekasihnya .. Yang membuat mereka sanggup memberikan segalanya .. Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku ...

Dan mereka berdiri disana asyik berbicara untuk membeli celana pendek model terbaru, .. Pewarna rambut yang paling trendi, bahkan cara mendapatkan pacar baru ..

.. Yang mereka anggap sebagai memahami keindahan Tuhan dan ekspresi cinta .. Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku ....

Karena jilbabku inilah pelindungku, kekasihku, kesetiaanku, kemurnianku, kecantikanku, dan alatku untuk terus mengingat Allah ..

Saat aku meletakkan jilbab di atas kepalaku ..
Aku tahu segala kesesatan yang dibawa oleh setan akan dilenyapkan Allah ..

Jilbab bukan sekedar pelengkap penampilan ...
Jilbab juga bukan tameng untuk menutupi kekurangan ...

Jilbab adalah suatu bentuk pengabdian dan cerminan seorang wanita ... Untuk menyamarkan keindahan raganya serta pengamalan dari apa yang ia pelajari ..

Ya Allah…
Semoga aku bisa menjaga keikhlasannya …

Ketika aku putuskan untuk berjilbab, aku telah “memproklamirkan” semangat ... Untuk lebih mendekatkan diri kepada hal-hal yang bersifat Ilahiyah ...

.. Seiring dengan semangatku, mohon berikan aku kekuatan dan kemampuan “mengenakan jilbab” di hatiku ...

...Tetap Tenang Saat Jodoh Terlambat Datang...

|0 komentar
Religi
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...... Pasangan hidup adalah salah satu dari "stasiun" perjalanan bagi semua manusia. Disanalah kehidupan baru dimulai, lengkap dengan semua pernak- pernik pelajaran yang akan membuat manusia memaknai arti kebahagiaan yang sebenarnya. Namun, proses ini bagi sebagian orang ternyata tidak gampang dilalui begitu saja. Merekamendapati, justru dalam bagian inilah cobaan dan gemblengan hidup dimulai. Saat usia yang berjalan tak dapat lagi dihentikan, namun jodoh dan pelengkap hidupnya tidak kunjung datang, saat itu pula kegundahan hati menjadi terakrabi.

Banyak yang kemudian menyikapinya dengan sederhana, tetap berikhtiar, walau tetap diselipi kegundahan atas sebuah kepastian datangnya hari pertemuan. Namun, tak sedikit juga yang melakukan seribu satu cara, agar terhindar dari cacian makian manusia, dan atau sekedar untuk menyudahi kesedihan hati.

Namun, bisakah kita berhenti sejenak, dan membiarkan pikiran jernih yang menguasai kita. Memang siappapun tidak akan ada yang ingin melampaui cobaan yang seperti ini. Namun bukankah garis takdir itu sudah pasti dan Allah SWT jugalah tidak akan memberi cobaan yang melampui kemampuan hambanya?

Terkadang, banyak pelajaran yang bisa kita petik atas sebuah keinginan yang ternyata tertunda untuk terjadi. Dengan tertundanya kebahagiaan itu, siapa tahu Allah sedang mengajari kita atas sebuah makna dari menghargai. Ya, ketika jodoh telah datang, nantinya kita akan menjadi pribadi yang lebih manis dalam bersyukur serta memperlakukan. Dan kita akan menjadi lebih istimewa karenanya.

Dengan tertundanya pertemuan itu, mungkin Allah ingin memberikan yang lebih pas untuk kita. Dan atau dengan tertundanya jodoh itu, Allah telah memberikan skenario penggemblengan dan proses tersendiri bagi jodoh kita, sehingga kelak ketika dia bertemu dengan kita lewat sebuah pernikahan, pribadi yang lebih matang dan siap menjadi pelengkap kita, telah menjadi bagian dari kepribadiannya.

Dan bersabar adalah salah satu kunci menaklukkan keadaan ini. Sungguh, Allah pun telah berfirman "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat" (QS. Al Baqarah:153).

Maka, tidak ada jalan lain yang lebih baik selain hanya mengembalikan semua urusannya kepada Allah dengan berdo’a dan merendahkan diri di hadapanNya. Karena Allah SWt telah berfirman,

“Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka katakanlah Aku sangat dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a jika ia berdo’a kepada-Ku.. (QS. Al-Baqoroh:186)

Lagi-lagi, semua ini hanya sanggup dan bisa dimaknai oleh para hati yang selalu berprasangka baik dan bertawakkal kepada Allah SWT. Sebagai hasilnya, kebahagiaan akan tetap menjadi bagian dari hari- harinya, karena sebuah keyakinan juga melekat kuat dalam bentuk iman.

Semua hal dibawah langit ini, terjadi dengan waktu- waktunya sendiri. Pun demikian dengan kedatangan jodoh yang belum kunjung datang saat ini. Sungguh, Allah SWT maha tahu apa yang kita butuhkan, serta saat yang tepat untuk semua itu terpenuhi. Dan Allah juga maha dekat pertolongannya atas apapun kesulitan yang kita hadapi.Dan di dunia ini, tidak ada yang lebih mengerti dan mengetahui apapun kesulitan dan keinginan yang terbersit dalam hati kita, kecuali hanya Allah saja. Dan Allah lah juga yang paling tahu, yang terbaik bagi kita, dalam segala hal.

Sungguh, kerisauan itu adalah sebuah hal yang manusiawi. Namun, hal tersebut tidak membawa dampak apapun, kecuali membuat pikiran kita semakin tertutup dari kebaikan, dan mendekatkan diri dengan kesedihan.Namun justru ketenangan yang didasari iman, tawakkal, serta prasangka baik kepada Allah, yang akan menyejukkan dan mengistimewakan kita. InsyaAllah.

Beda Sedikit Antara Sifat Kita Dengan Rosullalloh

|0 komentar
Religi
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...Tahukah Sahabat beda kita dengan Baginda Rasulullah SAW ternyata cuma sedikit lho ....

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit bersedekah, ..
kalau kita sedikit bersedekah …

Kalau Rasulullah sedikit makan, ..
kalau kita sedikit-sedikit makan …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit bekerja, ..
kalau kita sedikit sekali bekerja …

Kalau Rasulullah sedikit tidur, ..
kalau kita sedikit-sedikit tidur …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit shalat, ..
kalau kita sedikit sekali shalat …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berjuang, ..
kalau kita sedikit sekali berjuang ...

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berdzikir, ..
kalau kita sedikit sekaliber dzikir…

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit cobaan, ..
kalau kita sedikit sekali cobaan …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berkorban, ..
kalau kita sedikit sekali berkorban ...

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit dakwah, ..
kalau kita sedikit sekali dakwah …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berpuasa sunnah, ..
kalau kita sedikit sekali puasa sunnah …

Kalau Rasulullah sedikit HARTA, ..
kalau kita sedikit-sedikit HARTA …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit tahajud, ..
kalau kita sedikit sekali tahajud …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit dhuha, ..
kalau kita sedikit sekali dhuha …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit membaca Qur’an, ..
kalau kita sedikit membaca Qur’an…

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit mengajarkan ilmu, ..
kalau kita sedikit mengajarkan ilmu…

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit memaafkan, ..
kalau kita sedikit sekali memaafkan …

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit MENYAMPAIKAN, ..
kalau kita sedikit sekali MENYAMPAIKAN ....

..CATATAN UNTUK SUAMI DAN CALON SUAMI...

|0 komentar
Religi
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Wanita mana yang tidak mendambakan seorang lelaki yang kelak dapat menjadi sandaran hidupnya, mampu membimbing dan mendidiknya untuk menjadi wanita terbaik dan shalihah bukan saja hanya untuk suaminya, tetapi terbaik untuk Allah subhanahu wata’ala. Suami yang selalu memotivasinya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dan selalu istiqamah di jalan-Nya. Maka tentunya kiat-kiat di bawah ini perlu diketahui oleh para kaum lelaki yang ingin menjadi suami idaman bagi istri-istrinya. Di antaranya adalah

Hendaklah seorang suami senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala dalam mempergauli dan memperlakukan istrinya. Karena ia adalah amanah yang akan dipertanyakan oleh Allah subhanahu wata’ala pada hari Kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Perlakukanlah wanita-wanita itu dengan baik". (Muttafaq 'alaih). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berbuat zhalim terhadap wanita. Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdo'a, "Ya Allah sesungguhnya aku akan menjadi penghalang (orang yang menzhalimi) hak dua golongan yang lemah, yakni: Anak yatim dan wanita." (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan).

Hendaklah seorang suami memiliki perangai dan tabiat yang mulia. Janganlah ia mencaci istrinya, menjelek-jelekkannya, dan mendiamkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Janganlah seorang mu'min membenci seorang mu'minah, jika ia tidak menyukai suatu perangai nya, maka ia akan menyukai perangai yang lain dari dirinya." (HR. Muslim).

Hendaklah seorang suami banyak bersabar dan baik dalam bermu'amalah dengan istrinya. Maka sebaik-baik kalian adalah yang menjaga persahabatan dan kasih sayang! Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian kepada keluargaku". (HR. Ibnu Majah)

Hendaklah seorang suami memiliki kecemburuan terhadap istrinya, tetapi tidak berlebihan, sehingga berburuk sangka kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Apakah kalian merasa kagum/heran dengan ghirah (rasa cemburu)nya Sa'ad? Sungguh aku lebih cemburu darinya, dan Allah lebih cemburu dariku." (HR.Muslim).

Hendaklah seorang suami bersikap lemah lembut dan bijaksana dalam menyikapi kesalahan dan kekeliruan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi indah, dan tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu, melainkan ia akan memperbu-ruknya." (HR. Muslim). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha lembut, Dia menyukai kelembutan di dalam semua perkara." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hendaklah seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya dengan ma'ruf (layak). Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal." (QS. Al-Isra': 29)
(maksudnya: tidak kurang dan tidak berlebihan, pent.)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, apa hak istri yang wajib dipenuhi oleh suami? Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Kamu memberi makan kepadanya, jika kamu makan. Dan kamu memberi pakaian untuknya, jika kamu memakai pakaian. Dan janganlah kamu memukul wajah, menjelek-jelekkannya, dan jangan pula kamu mendiamkannya kecuali di dalam rumah." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Hendaklah seorang suami mempelajari fiqih kewanitaan sehingga ia mengetahui cara menggauli istrinya saat haidh dan nifas, dan hendaklah ia mengajarkan kepada istrinya tentang masalah tersebut, jika ia belum mengetahuinya.

Hendaklah seorang suami mengerti, bahwasannya tidak boleh baginya berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya waktu haidh, dan tidak pula pada duburnya. Dan dibolehkan baginya untuk bermesra-mesraan dengannya waktu haidh, kecuali melakukan jima' (bersetubuh), karena hal tersebut diharamkan. Allah subhanahu wata’ala berfirman,artinya, "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran".

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesung guhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagai mana saja kamu kehendaki.

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah ahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah: 222-223)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Allah subhanahu wata’ala tidak memandang seorang lelaki yang menggauli lelaki lain atau seorang wanita melalui dubur". (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Di antara etika melakukan jima': Memulai dengan basmalah (membaca bismillah dan berdo'a), bersenda gurau, berpelukan, mencium sebelum melakukannya. Karena hal itu lebih dapat memberikan kepuasan bagi suami dan istri. Dan jika seorang suami telah selesai menunaikan hajatnya, maka hendaklah ia tidak tergesa-gesa (menyudahinya), sampai sang istri mendapatkan haknya. Dan barangsiapa yang ingin mengulanginya (jima'), maka hendaklah ia membasuh kemaluannya, lalu berwudhu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya, "Jika salah seorang di antara kalian akan menyetubuhi istrinya mengucapkan (berdoa), "Dengan nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami. Maka niscaya setan tidak akan mencelakakan anak (hasil) dari keduanya selama-lamanya."(Muttafaq 'alaih). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian menyetubuhi istrinya, kemudian hendak mengulangi, maka hendaklah ia berwudhu." (HR. Muslim)

Hendaklah seorang suami menjauhkan diri dari menyebarkanluaskan rahasia-rahasia hubungan suami-istri. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah subhanahu wata’ala pada hari Kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya, dan istrinya menggaulinya, kemudian ia sebarkan rahasia istrinya." (HR. Muslim).

Suatu ketika dikatakan kepada sebagian orang-orang shalih yang ingin menceraikan istrinya, "Apa yang membuatmu ragu kepada istrimu?" Lalu ia menjawab, "Orang yang berakal tak akan membuka rahasia." Maka tatkala ia telah menceraikannya, ia pun kembali ditanya, "Mengapa kamu menceraikannya?". Lalu ia pun menja-wab, "Apa urusanku/ hakku dengan istri orang lain?"

Mudah-mudahan kiat-kiat di atas dapat menjadi nasihat berharga untuk para suami dan para calon suami yang ingin menjadi idaman para istri. Dan semoga Allah subhanahu wata’alasenantiasa memberi kan taufiq-Nya kepada kita semua.

|MUSLIMAH IDAMAN|

|0 komentar

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

*♥* MUSLIMAH YANG DICINTAI..
Adalah muslimah yang menutup auratnya dari pandangan mata ajnabi,kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya

*♥* MUSLIMAH YANG DIRINDUI..
Adalah muslimah yang mata dan wajahnya terpancar cahaya keimanan,lidahnya basah dengan dzikrullah,disudut hati kecilnya senantiasa membesarkan asmaNYA.

*♥* MUSLIMAH YANG DI IMPIKAN..
Adalah muslimah yang mendekatkan hatinya kepada ALLAH disaat orang lain menjauh karena kehidupan dunia dan dia juga selalu bersyukur dengan apa yang dia punya.

*♥* MUSLIMAH YANG DI KASIHI.
yang menjadi dian pada dirinya sendiri.
Yang menjadi pelita untuk putra-putrinya yang akan dilahirkan untuk meneruskan perjuangan dijalan ALLAH.

*♥* MUSLIMAH YANG CANTIK.
Adalah dia yang menyimpan kecantikannya hanya untuk suaminya saja.

*♥* MUSLIMAH YANG TEGAR..
Adalah dia pandai menjaga batas pergaulan dengan lelaki yang bukan mahrom.

*♥* MUSLIMAH YANG SOPAN.
adalah apabila ia berbicara,ia menggunakan bahasa yang baik dan lemah lembut.

*♥* MUSLIMAH YANG TABAH.
Adalah dia sangat kuat menjalani cobaan kehdupan meskipun ujian itu berat untuk dilalui.Karena dia tahu Cobaan dan ujian adalah tanda kecintaan ALLAH padanya.

*♥* MUSLIMAH YANG BAIK..
Adalah dia yang sayang pada orang tua
dan keluarganya.

*♥* MUSLIMAH YANG HEBAT..
Adalah muslimah yang menaati perintahNYA dan menjauhi laranganNYA

SYUKUR NIKMAT.. Nikmat ALLAH yang Pertama dan Terutama-

|0 komentar
Hmm….. suatu saat dalam lamunanku bertanya kepada diriku yang bodoh dan tolol ini… yayaya.. sudahkah aku belajar bersyukuuuur ???…. Hmm…. Malah kuterdiaaam… dan melamun semakin dalaaam… terbersit satu pertanyaan dalam diri…. Sudahkah engkau mensyukuri NIKMAT ALLAH yang PERTAMA dan TERUTAMA dalam hiduuup ???… Bagaimana diriku bisa bersyukuratas begitu banyaknya NIKMAT ALLAH yang senantiasa meliputi diri ku ini dari buka mata sampai tutup mata jika tak mengerti dan menyadari itu…. Akhirnya sang diri terhenyaaaaak dan teringaaat nasehat si Mbaaaah….. (*Mbahe sopo waelaaaah*)…

Yayaya.. Firman ALLAH….

Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan?….
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKU) sesungguhnya azabKU sangat pedih.

Hmm…. Begitu pentingnya SYUKUR NIKMAT ini sampai ALLAH mengulang pernyataan ini sampai 31 kali.. Bagaimana aku bisa belajar bersyukuuuur kalau aku tak tahu apa yang pertama tama harus kusyukuri sebagai berkat terbesaaaar dan terutama… dalam DIAM sayuuup sayup hatiku berkataaa janganlah engkau selalu melihaaat keataas… berilusi dan berimajinasi dengan angan angan nafsu yang melambung tinggi ke langit.. sejujurnya nikmati saja semua yang ada dihadapanmu saat ini semua keindahan yang luar biasa dalam setiap tarikan nafasmu…..

*NAFAS* hmm… yayaya….ternyata terjawab sudaaaaaah… NAFAS…. yayayaya.. Dengan NAFAS maka manusia dikatakan HIDUP.. Hidup hanyalah satu tarikan Nafas… ketika nafas kita kena maceeeet… gara gara siKOMO lewaaat….walaaaaah megaap megaaaap daaah… apalagi putus mateee daaah… hihihi… Mau sakit ataupun sehat ataupun apapun selama kita masih bernafas… maka itulah hidup… sehat tapi tidak bernafaaaaaas… hihihi… penampakaaan…. selama kita masih berNAFAS maka kita masih dapat menikmati NIKMAT NIKMAT ALLAH yang begitu besar meliputi setiap diri.. subhanalllaaaahhh...

Saat penciptaan manusia.. ALLAH berkata KUTIUPKAN RUH KU.. NAFASKU.. sehingga sadarilah bahwa sesungguhnya dalam setiap tarikan nafas kita turun dan naik mengalir NAFAS AROHMAN AROHIM.. NAFAS SANG MAHA PENGASIH dan MAHA PENYAYANG.. NAFAS SANG MAHA CINTA.. sadarilah.. nikmatilah.. CINTA dan KASIH SAYANGNYA mengalir demikian indah menenangkan JIWA JIWA yang haus dahaga dalam setiap alunan nafas kita naik dan turun dalam kesadaran... wow.. Ruarrr Biasaaaa.. ternyata
Nafas adalah bukti dekatnya kehadiran ALLAH dalam sang diri ini…. dari satu tarikan nafas… jantung kita bekerja memompa darah keseluruh tubuh meliputi dari ujung kaki sampai ujung kepala mengalirkan semua yang diolah menjadi energi sehingga kita bisa bergerak.. semua dalam diri ikut berproses dalam KEHIDUPAN..

Sssttt… hatiku masih berkata : pernahkah engkau bayangkaaan jika udara yang kamu hiruuup itu tidak gratiiiis… udara sudah sangat terbatas STOKnya sehingga untuk bernafas saja engkau harus memakai tabung oksigen… atau kamu sakit berkepanjangan dan hiduup selalu mengandalkan tabung oksigen dan selang…. Hmm… siapakah yang sanggup membayar untuk setiap tabung oksigen yang harus dia hirup seumur hidupnya…. Mungkin kita takkan pernah sanggup membayarnya aliaaas kita kehilaaaangan hak hidup… mateee…. Wakakakakak….

OOooo ternyata begitu pentingnya arti nafas… sehingga ketika kita terengah engah disuruh atur nafas… saat emosi disuruh tarik nafas dalam dalam….. saat galau kita menikmati nafas... melatih kekuatan.. melatih tenaga dalam.. walau tiada mengerti yang sebenarnya tapi ternyata banyak sekali yang memanfaatkan dan mengolah nafas ini..

Akhirnya hatiku bertanya dengan lembuuuuutnya : “Sudahkah engkau mensyukuri nikmat Allah yang pertama dan terutama dalam hiduuup ???… yayaya.. dalam setiap tarikan nafasmu terisi dengan sembah pujian dan ucapan syukur kepadaNYA keluar dari HATI yang penuh CINTA… Dalam duduk, berdiri, berjalan, tidur dan diam… Sungguh meliputi yaaa meliputi kehadiran kita disini… di panggung sandiwara ini..”

Yaaaaa itulah Anugerah ALLAH yang PERTAMA dan TERUTAMA dalam HIDUP…. Sehingga kita bisa menikmati perjalanan panjang dan singkat disini… menikmati dan mensyukuri keindahaaaan yang terbentang sedemikian cantik dan megahnya… meliputi setiap kehadiran kita disini..

Mari sahabat sahabatku yang baik.. mulai saat ini.. kita belajar dan terus belajar setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk mulai MENIKMATI setiap TARIKAN NAFAS kita turun dan naik dengan sepenuh KESADARAN akan begitu besarnya NIKMAT CINTA KASIH SAYANGNYA yang selalu mengalir.. selalu meliputi diri kita dari buka mata sampai tutup mata.. sambil menyadari hakikat diri yang lemah tanpa daya.. menyadari dengan sepenuh KESADARA NAFAS SANG MAHA PENGASIH dan MAHA PENYAYANG.. maka KEDAMAIAAN dan KETENANGAN JIWA akan masuk dalam dada membuat dada semakin luas dan lapang.. dalam NAFAS CINTA.. salam KASIH

Follow Me